Saturday, November 15, 2014

Biologi: Ilmu Biologi

Biologi: Ilmu Biologi
Dibuat oleh: Timothy H

Tentukan apakah pernyataan di bawah ini benar atau salah!
1)      Hipotesis berupa kalimat pertanyaan.
2)      Rumusan masalah didasarkan hasil percobaan.
3)      Kesimpulan dibuat berdasarkan analisis hasil data eksperimen.
4)      Agar permasalahan yang ingin diungkapkan jelas, tahap yang dilakukan adalah eksperimen.
5)      Variabel kontrol adalah perlakuan yang dibuat sama agar variabel terikat merupakan hasil yang murni dari variable bebas.

6)      Berikut adalah famili virus dan pengelompokannya berdasarkan materi genetik:

Virus DNA:
Adenoviridae
Papovaviridae
Herpesviridae
Poxviridae
Hepadnaviridae
Anelloviridae

Virus RNA:
Togaviridae
Flaviviridae
Orthomyxoviridae
Paramyxoviridae

Virus influenza termasuk dalam famili Orthomyxoviridae. Seorang peneliti yang ingin mengetahui zat apa yang dapat menonaktifkan virus influenza mengisolasikan virus tersebut ke dalam 3 petri dish, masing-masing ditambahkan:
- Deoxyribonuclease / DNase (enzim penghancur DNA)
- Ribonuclease / RNase (enzim penghancur RNA)
- Penicillin

Tentukan variabel bebas, terikat, dan kontrol!

BONUS: Virus di petri dish nomor manakah yang masih aktif setelah penambahan zat-zat di atas?

7)      Susunlah metode ilmiah dari contoh kasus berikut! Jangan lupa cantumkan variabel bebas, terikat, dan kontrol!

Karena munculnya bakteri yang resisten terhadap antibiotik, seorang peneliti memutuskan untuk mencari cara baru untuk membunuh bakteri penyebab penyakit tanpa antibiotik. Ia mengisolasikan virus bakteriofage dan menyiapkan 2 petri dish yang berisi koloni bakteri Streptococcus pneumoniae yang resisten terhadap penicillin. Petri dish yang pertama dimasukkan bakteriofage dan yang kedua dijadikan kontrol. Setelah beberapa hari, koloni bakteri di petri dish pertama mati, sedangkan koloni di petri dish kedua tetap hidup.

8)      Susunlah metode ilmiah dari contoh kasus berikut! Jangan lupa cantumkan variabel bebas, terikat, dan kontrol!

Setelah mengetahui eksperimennya berhasil, peneliti yang menemukan bahwa bakteriofage dapat menjadi alternatif antibiotik ingin mengetes penemuannya. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui apakah terapi bakteriofage dapat menimbulkan efek samping. Ia memasukkan bakteri E. Coli yang tidak bersifat patogenik ke dalam tubuh 100 orang. Kemudian, ia menyuntikkan bakteriofage ke dalam tubuh 50 orang. 50 orang yang lain dijadikan kontrol. Setelah 1 minggu, sang peneliti mengambil darah dari 100 orang tersebut. 2 menit setelah pengambilan darah, luka tusukan jarum 50 orang yang tidak disuntikkan bakteriofage mengering. Sedangkan, luka tusukan jarum 50 orang lainnya mengering setelah 30 menit.

BONUS: Apa yang menyebabkan lamanya waktu yang dibutuhkan luka tusukan jarum orang yang menerima suntikan bakteriofage untuk mengering?


No comments:

Post a Comment